Kamis, 08 September 2011

Provinsi Sumatera Barat (Padang)




Posted by: Berlian Nurilhuda




Provinsi Sumatera Barat Berdiri tanggal 3 Juli 1958 berdasarkan UU No.61 tahun 1958.
terletak diantara 0,30 derajat LS-2 derajat LS dan 98 derajat BT-102 derajat BT.
Sumatera Barat adalah sebuah provinsi yang terletak di pesisir barat pulau Sumatera, Indonesia dengan ibukota Padang.Provinsi ini identik sebagai kampung halaman suku Minangkabau karena Mayoritas penduduk Sumatera Barat merupakan suku Minangkabau.Bahasa yang digunakan dalam keseharian ialah bahasa daerah yaitu Bahasa Minangkabau yang memiliki beberapa dialek, seperti dialek Bukittinggi, dialek Pariaman, dialek Pesisir Selatan dan dialek Payakumbuh. Di daerah Pasaman dan Pasaman Barat yang berbatasan dengan Sumatera Utara, dituturkan juga Bahasa Batak dan Bahasa Melayu dialek Mandailing. Sementara itu di daerah kepulauan Mentawai digunakan Bahasa Mentawai.
 

arti lambang,lambang provinsi ,logo provinsi sumatera barat,gambar lambang, arti lambang aceh,logo-logo, logos,membuat logo
Lambang Provinsi Sumatra Barat
  1. Rumah Gadang, adalah lambang semangat demokrasi.
  2. Atap Masjid, adalah lambang tumbuh kuatnya agama Islam di Sumatera Barat.
  3. Bintang, adalah lambang Ketuhanan Yang Maha Esa.
  4. Riak Gelombang, adalah lambang dinamika.
  5. Tuah Sakato, adalah lambang kesepakatan untuk melaksanakan hasil mufakat rakyat.
Geografis:


Sumatera Barat berada di bagian barat tengah pulau Sumatera, memiliki dataran rendah di pantai barat, serta dataran tinggi vulkanik yang dibentuk Bukit Barisan membentang dari barat laut ke tenggara. Garis pantai provinsi ini seluruhnya bersentuhan dengan Samudera Hindia sepanjang 375 km. Kepulauan Mentawai yang terletak di Samudera Hindia dan beberapa puluh kilometer lepas pantai Sumatera Barat termasuk dalam provinsi ini.

Sumatera Barat memiliki beberapa danau diantaranya Maninjau (99,5 km²), Singkarak (130,1 km²), Diatas (31,5 km²), Dibawah (Dibaruh) (14,0 km²) dan Talang (5,0 km²).

Beberapa sungai besar di pulau Sumatera berhulu di provinsi ini, diantaranya Sungai Siak, Sungai Rokan, Sungai Inderagiri (disebut sebagai Batang Kuantan di bagian hulunya), Sungai Kampar dan Batang Hari. Semua sungai ini bermuara di pantai timur Sumatera, di provinsi Riau dan Jambi. Sementara sungai-sungai yang bermuara di pantai barat berjarak pendek. Beberapa di antaranya adalah Batang Anai, Batang Arau, dan Batang Tarusan.

Gunung-gunung di Sumatera Barat adalah Marapi (2.891 m), Sago (2.271 m), Singgalang (2.877 m), Tandikat (2.438 m), Talamau (2.912 m), Talang (2.572 m), Pasaman (2.190 m), Kelabu (2.179 m), Rasan (2.039 m), Mande Rubiah (2.430 m), Tambin (2.271 m), Ambun (2.060 m).

Keanekaragaman hayati

Sumatera Barat merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang kaya dengan sumber keanekaragaman hayati. Sebagian besar wilayahnya masih merupakan hutan tropis alami dan dilindungi. Berbagai spesies langka masih dapat dijumpai, misalnya Rafflesia arnoldii (bunga terbesar di dunia), harimau sumatera, siamang, tapir, rusa, beruang, dan berbagai jenis burung dan kupu-kupu.
Terdapat dua Taman Nasional di provinsi ini, yaitu Taman Nasional Siberut yang terdapat di pulau Siberut (Kabupaten Kepulauan Mentawai) dan Taman Nasional Kerinci Seblat. Taman nasional terakhir ini wilayahnya membentang di empat provinsi: Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu, dan Sumatera Selatan.
Selain kedua Taman Nasional tersebut terdapat juga beberapa cagar alam lainnya, yaitu Cagar Alam Rimbo Panti, Cagar Alam Lembah Anai, Cagar Alam Batang Palupuh, Cagar Alam Air Putih di daerah Kelok Sembilan, Cagar Alam Lembah Harau, Cagar Alam Beringin Sakti dan Taman Raya Bung Hatta.

Provinsi Riau





Posted By: Berlian Nurilhuda


Provinsi Riau berdiri pada tanggal 25 Juli 1958 berdasarkan UU No. 61 tahun 1958.
Provinsi Riau beribukota di Pekanbaru.  
Luas wilayah provinsi Riau adalah 87.023,66 km². 
Keberadaan provinsi Riau membentang dari lereng Bukit Barisan sampai Selat Malaka, dengan iklim tropis basah dan rata-rata curah hujan berkisar antara 2000-3000 milimeter per tahun yang dipengaruhi oleh musim kemarau serta musim hujan. Rata-rata hujan per tahun sekitar 160 hari.

SEJARAH

Secara etimologi, asal kata Riau terdapat bermacam pendapat, Rio dalam bahasa Portugis dapat bermaksud sungai, dan tercatat pada tahun 1514, ada sebuah ekspedisi militer Portugis dikirim menelusuri sungai Siak dengan tujuan mencari lokasi dari sebuah kerajaan yang diyakini mereka ada pada kawasan sungai tersebut.Pada masa kolonial Belanda, kawasan ini disebut dengan Riouw, sementara masyarakat setempat mengejanya menjadi Riau.
Pada awal kemerdekaan Indonesia, wilayah Riau tergabung dalam Provinsi Sumatera yang berpusat di Kota Bukittinggi. Kemudian Provinsi Sumatera dimekarkan menjadi tiga provinsi, yakni Sumatera Utara, Sumatera Tengah, dan Sumatera Selatan. Selanjutnya pada tahun 1957, berdasarkan Undang-undang Darurat Nomor 19 tahun 1957, Provinsi Sumatera Tengah kembali dimekarkan atas 3 provinsi yaitu Riau, Jambi dan Sumatera Barat. Kemudian berdasarkan Kepmendagri nomor Desember 52/I/44-25, pada tanggal 20 Januari 1959, Kota Pekanbaru resmi menjadi ibu kota provinsi Riau mengantikan Kota Tanjung Pinang.
Pada tahun 2002, berdasarkan Undang-undang Nomor 25 Tahun 2002, Provinsi Riau juga dimekarkan lagi atas 2 provinsi yaitu Riau dan Kepulauan Riau. Sehingga wilayah administrasi Provinsi Riau selanjutnya adalah dikurangi dengan wilayah Provinsi Kepulauan Riau sekarang.

Sumber daya alam

Provinsi ini memiliki sumber daya alam, baik kekayaan yang terkandung di perut bumi, berupa minyak bumi dan gas, serta emas, maupun kekayaan hasil hutan dan perkebunannya, belum lagi kekayaan sungai dan lautnya. Seiring otonomi daerah, secara bertahap mulai diterapkan sistem bagi hasil atau perimbangan keuangan. Aturan baru dari pemerintahan reformasi, memberi batasan dan aturan tegas mengenai kewajiban penanam modal, pemanfaatan sumber daya dan bagi hasil dengan lingkungan sekitar.

Suku Bangsa

Penduduk provinsi Riau terdiri dari bermacam-macam suku bangsanya. Mereka bermukim di wilayah perkotaan dan di pedesaan di seluruh pelosok provinsi Riau. Adapun etnis-etnis yang terdapat di provinsi Riau antara lain Melayu, Jawa, Minangkabau, Tionghoa, Mandailing, Batak, Bugis, Aceh, Sunda, Banjar, dan Flores.
Suku Melayu merupakan suku mayoritas di provinsi ini dan terdapat pada setiap kabupaten dan kota, suku Jawa dan Sunda pada umumnya banyak berada pada kawasan transmigran. Sementara etnis Minangkabau umumnya menjadi pedagang dan banyak bermukim pada kawasan perkotaan seperti Pekanbaru, Dumai, serta terdapat juga di Kampar, Kuantan Singingi, dan Rokan Hulu. Begitu juga orang Tionghoa pada umumnya sama dengan etnis Minangkabau yaitu menjadi pedagang dan bermukim pada kawasan perkotaan serta banyak juga terdapat pada kawasan pesisir timur seperti di Bagansiapiapi, Selatpanjang, Pulau Rupat dan Bengkalis. Suku Bugis umumnya banyak terdapat di kabupaten Indragiri Hilir, terutama di Tembilahan.
Selain itu di provinsi ini masih terdapat sekumpulan masyarakat terasing di kawasan pedalaman dan bantaran sungai seperti Orang Sakai, Suku Akit, Suku Talang Mamak, dan Suku Laut.

Lambang Provinsi Riau


arti lambang,lambang provinsi ,logo provinsi,gambar lambang, arti lambang aceh,logo-logo, logos,membuat logo,daftar provinsi
Lambang Provinsi Riau

  1. Mata Rantai tak terputus yang berjumlah 45, adalah lambang persatuan bangsa dan diproklamirkan pada tahun 1945, yaitu tahun Proklamasi Republik Indonesia.
  2. Padi dan Kapas adalah lambang kemakmuran (sandang pangan), padi 17 butir dan 8 Bunga Kapas merupakan tanggal Proklamasi 17 bulan 8 (Agustus).
  3. Lancang Kuning mengandung, adalah lambang kebesaran Rakyat Riau,
  4. Sogok Lancang berkepala ikan melambangkan bahwa Riau banyak menghasilkan Ikan dan mempunyai sumber-sumber penghidupan dari laut. 
  5. Gelombang lima lapis melambangkan Pancasila sebagai Dasar Negara, Republik Indonesia.
  6. Keris berhulu Kepala Burung Serindit, adalah lambang Kepahlawanan Rakyat Riau berdasarkan pada kebijaksanaan dan kebenaran.
 Wisata Alam  yang ada di provinsi Riau
  1. Pulau JemurTaman Nasional Bukit Tiga Puluh (TNBT)
  2. Pantai Rupat Utara
  3. TanjungMedang
  4. Air Terjun Aek Martua
  5. Objek Wisata BonoWisata Bahari di Kabupaten Siak
 Wisata Budaya di provinsi Riau
  • Upacara Bakar Tongkang

  • Perayaan Imlek di Selatpanjang Kabupaten Kepulauan Meranti 

  • Mesjid Raya Pekanbaru

  •  Istana Siak Sri Indrapura 

  • Candi Muara Takus

  • Kelenteng Hok An Kiong/Vihara Sejahtera Sakti Selatpanjang 

  • Benteng Tujuh Lapis


Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam



 Posted by: Berlian Nurilhuda

Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam terletak di antara 2 derajat LU- 6 derajat LU dan 95 derajat BT - 98 derajat BT.

Semula bernama Daerah Istimewa Aceh, dibentuk berdasarkan UU No. 24 tahun 1956 tanggal 7 Desember 1956. kemudian diubah menjadi Nanggroe Aceh Darussalam pada tahun 2001.

1. Lambang Provinsi

Lambang NAD adalah Pancacita. Pancacita ialah lima cita, yaitu: keadilan, kepahlawanan, kemakmuran, kerukunan, dan kesejahteraan. lambang NAD berbentuk perisai persegi lima mirip kopiah(peci). didalam perisai terdapat Dacin (alat timbangan), rencong, padi, kapas, lada, cerobong pabrik, kubah masjid, kitab, dan kalam.

2. Potensi Daerah

a. Pertanian      : Padi, cengkih, pala, pinang, kopi, karet, kopra, tembakau, getah damar, kapuk, kedelai, kelapa sawit, kelapa, kacang tanah, tebu, dan jagung.
b. Industri dan tambang  : Minyak bumi, industri pupuk, gas alam, emas, kayu lapis, semen, pabrik minyak kelapa, dll.
c. Pariwisata  : Taman laut Sabang, Hutan wisata Gunung Leuser, Danau laut tawar, dll.